Pengikut

Kamis, 26 Desember 2013

Cara Meningkatkan Penghasilan Usaha Yang Mandeg

Cara Meningkatkan Penghasilan Usaha Anda memang harus mencari cara meningkatkan penghasilan usaha, jika hasil dari usaha Anda selama ini tidak meningkat. Ya, harus mencari cara, jika perlu cara baru atau setidaknya cara yang lebih baik. Jangan konyol, ingin meningkatkan hasil tetapi Anda tetap melakukan cara yang sama terus-menerus. Silahkan baca kisah tentang jebakan monyet. Si monyet ingin pisang, dan dia terus-menerus memegang pisang dalam jebakan. Padahal tindakannya itu tidak akan memberikan pisang bagi dia. Apakah Anda masih memegang pisang? Jika memang selama ini penghasilan Anda tidak meningkat, bahkan menurun, maka lepaskan “pisang” Anda, kemudian carilah pisang yang lain. Cari cara lain! Jangan konyol. Langkah Pertama adalah menerima kebenaran, bahwa cara yang selama ini tidaklah yang terbaik. Mungkin masih banyak kekurangan. Menerima kebenaran adalah kunci perubahan, seperti dijelaskan di artikel ini. Anda tidak akan pernah berubah jika Anda tidak menerima kebenaran, namun malah sibuk dengan pembenaran. Mulai Dari Diri Anda Saya banyak bertemu dengan orang-orang yang mengetahui cara yang lebih baik. Namun anehnya mereka tidak melakukannya. Mereka tidak menerapkan apa yang mereka ketahui. Banyak alasan, namun jika seandainya sudah yakin bahwa cara itu lebih baik, lalu mengapa tidak diterapkan? Bisa jadi masalahnya adalah dia baru mengetahui. Saat dia mulai menerapkan, dia tidak mampu menerapkannya. Artinya adalah kemampuan dia belum memadai untuk melakukan cara baru yang lebih baik itu. Ya, sesederhana itu, namun itulah yang terjadi. Maka, akan keluar kalimat “Saya tidak bisa melakukan cara itu.” So what? Sudah? Menyerah dengan keadaan? Cobalah ganti kata tidak dengan belum. Jadikan kalimatnya seperti ini: “Saya belum bisa melakukan cara itu.” Jika belum, artinya akan. Bagaimana supaya Anda bisa? Sederhana, jawabannya mudah (anak kecil juga tau), yaitu belajar dan berlatih. Lalu mengapa tidak belajar atau berlatih? Ternyata masih ada penghambat. Apa saja yang menghambat Anda tidak belajar atau berlatih? Saya yakin, akan ada alasan yang menjadikan Anda tidak belajar atau tidak berlatih. Mungkin alasan Anda benar. Mungkin juga hanya pengalihan dari kemalasan Anda. Silahkan Anda yang menilai diri sendiri. Jika alasannya malas, ya itu keputusan Anda, memilih “menikmati” malas atau menikmati perasaan bangga karena memiliki keterampilan baru. Juga menikmati optimisme bahwa apa yang Anda inginkan akan tercapai. Jika memang benar ada hambatan yang menghalangi Anda untuk belajar atau berlatih, maka pikirkanlah bagaimana cara mengatasi hambatan itu. Cari ide supaya kita bisa melalui hambatan itu, bisa menghancurkan hambatan itu, atau bisa mencari jalan lain. Kuncinya ada di anda, apakah Anda mau belajar? Apakah Anda mau berlatih? Jika ada hambatan, apakah Anda mau berusaha mengatasi hambatan itu? Ya, dimulai dari diri Anda. Hasil Lebih Usaha Pun Harus Lebih Sangat mudah dipahami, kalau mau lebih ya usahanya pun harus lebih. Lebih apa? Lebih keras? Ya, Anda memang harus lebih keras berusaha. Namun bukan hanya itu, ada yang lebih penting. Pikiran Anda harus lebih optimis. Optimis akan membuka segalanya. Lebih yakin bahwa Allah akan mengabulkan do’a Anda. Yakinlah Allah akan membantu Anda. Anda harus lebih percaya diri. Rendah diri menutup peluang, termasuk peluang yang lebih baik. Wawasan lebih luas. Ilmu lebih mendalam Keterampilan lebih mahir Pikiran juga lebih fokus. Ibadah lebih khusyu’ dan lebih sering Kerja lebih keras. Lebih syukur, lebih bahagia, dan lebih-lebih lainnya yang positif. Sudahkah Anda berusaha menjadi lebih baik atau sekedar menyalahkan lingkungan, politik, ekonomi, orang lain, atau pesaing? Atau meratapi turunnya omset. Atau siap-siap untuk menyerah? Lihat diri Anda, apa kekurangan diri anda, dan menjadilah lebih baik. Jangan katakan tidak ada orang yang mau memberi Anda pinjaman modal. Sebenarnya Anda yang kurang dipercaya untuk menerima modal. Jangan katakan bahwa orang lain egosi tidak mau bekerja sama dengan Anda. Sebenarnya Anda yang kurang dipercaya untuk diajak kerja sama. Jangan katakan bahwa bisnis itu sulit. Sebenarnya kemampuan dan ilmu Anda yang kurang. Jangan katakan bahwa menjual itu pekerjaan terberat. Sebenarnya Andalah yang tidak mampu menjual. Andalah yang Memutuskan Jika Anda memutuskan untuk hidup yang lebih baik. Bisnis yang lebih menguntungkan. Maka putuskanlah bahwa Anda akan menjadi orang yang lebih baik. Sesungguhnya cara meningkatkan penghasilan usaha Anda adalah, tidak lain, dengan menjadikan diri Anda lebih baik. Lebih pintar, lebih mahir, lebih optimis, lebih semangat, lebih percaya diri, dan lebih-lebih lainnya. Ya, Anda. Sekali lagi: ANDA yang memutuskan. Anda yang bertanggung jawab. Anda yang menanggung konsekuensinya. Sumber: http://www.motivasi-islami.com/cara-meningkatkan-penghasilan-usaha-apa-pun/

10 kata mutiara untuk menambah semangat setiap hari

Ada kalanya sewaktu bangun di pagi hari, tubuh rasanya malas-malasan, enggan bangun untuk mulai beraktivitas, inginnya bersembunyi di bawah selimut saja. Rasa malas semacam ini mungkin nyaman, namun tidak memberikan sesuatu bagi anda agar menjadi orang yang lebih baik. Karenanya saya ingin berbagi sesuatu buat anda semua. Inilah 10 kumpulan kata-kata mutiara motivasi penggugah semangat dan pendorong ACTION. Sepuluh kumpulan kalimat mutiara dan motivasi ini sangat baik anda simpan dan anda baca secara rutin (bisa setiap bangun pagi, ketika siang hari, sore hari, atau sebelum tidur), sesuai makna dari masing-masing kalimat. Sebagai contoh, seperti kalimat nomor satu di bawah ini, sangat baik dibaca tiap bangun pagi. Tanpa perlu berpanjang lebar lebar lagi, berikut 10 koleksi kata kata motivasi emas penggugah semangat dan pendorong ACTION untuk hidup menjadi lebih baik. 1. Pagi ini, saya bangun dalam keadaan sangat baik. Saya bangun dengan hati yang senang. Seperti mentari pagi yang menjalankan tugasnya menyinari semesta, saya pun bangun dan segera menjalankan tugas dan aktivitas saya hari ini. Saya akan melakukan tugas saya dengan sebaik-baiknya. 2. Saya adalah orang yang penuh motivasi. Setiap hari motivasi saya makin berkobar. Saya sangat YAKIN dan PERCAYA kalau apa yang saya impikan nanti bakal menjadi kenyataan. Saya percaya itu. Keyakinan ini bahkan sudah mengakar ke alam bawah sadar saya. Setiap kali saya merasa lemas, alam bawah sadar saya mengingatkan dan memberi motivasi kalau “saya bisa!”, bahwa “saya adalah seorang pemenang.” 3. Ketika saya berbicara, suara saya terdengar jelas, kuat, dan percaya diri. Saya sekarang percaya diri dalam segala situasi. Sebab saya adalah pemimpin yang memimpin dengan penuh kepercayaan diri. 4. Saya sekarang hidup dipenuhi keyakinan, kepercayaan dan kepastian. Saya sekarang orang yang percaya diri dan tegas. Dan hari ini saya menggunakan 100 % kapasitas diri saya. Tiap berjalan dan bergerak, saya menjalankannya dengan penuh keyakinan, namun tetap tenang. Saya sekarang adalah sosok yang kuat, mengesankan, dan lebih menarik setiap harinya. Kepercayaan diri dan kemampuan saya terus meningkat secara drastis tanpa henti. 5. Setiap hari saya bertambah baik dan makin bertambah baik. Saya menetapkan tujuan yang jelas dan membangun motivasi kuat untuk meraih apa yang saya inginkan. Sekarang segalanya menjadi jelas. Apa yang saya bayangkan dulu, kini kian dekat menjadi kenyataan. Lebih dekat dan makin dekat. Dan saya percaya SAYA BISA mendapatkannya. Tiap saat saya menerima banyak sekali anugerah dan kebaikan dalam hidup ini. Seluruh tubuh saya sekarang jadi tahu, apa misi dan tujuan saya hidup di dunia ini. 6. Saya percaya pada keyakinan kuat yang tertanam dalam diri saya. Berkat motivasi yang bertambah kuat setiap saat. Apapun yang saya percaya bisa dapatkan, saya yakin bisa saya dapatkan. Saya menciptakan “keberuntungan” saya tiap hari. Saya mencapai tujuan-tujuan saya dengan penuh riang gembira. Saya visualisasikan apa yang saya inginkan dan saya melakukan ACTION seperti dalam visualisasi tersebut. Dengan keyakinan ini saya bisa mewujudkan kenyataan apapun yang saya mau. 7. Semua yang saya butuhkan ada dalam diri saya sekarang. Saya adalah sosok yang bersahabat, terbuka, dan percaya diri. Saya juga pemberani dan tegas. Dengan semua ini saya mampu mengubah apapun dalam hidup saya seperti yang saya inginkan. Dan saya siap menerima tanggung jawab untuk perubahan hidup yang saya akan alami nanti. 8. Saat saya berbicara dengan orang lain, saya menatap mata lawan bicara saya dan berbicara dengan percaya diri. Saya buat momen itu menjadi begitu menyenangkan. Dalam tiap gerakan tubuh yang saya lakukan, saya melakukannya dengan tenang dan penuh percaya diri. Setiap kali kelopak mata saya tertutup dan saya menghirup udara dalam-dalam, kepercayaan diri saya bertambah kuat dan memenuhi seluruh bagian-bagian dalam tubuh saya. Saya melihat diri saya sekarang adalah sosok penuh percaya diri, punya keyakinan, dan berani mengambil tindakan. 9. Setiap hari, energi percaya diri dan rasa antusias saya meningkat drastis. Sebab saya punya komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan diri saya setiap hari. Apa yang saya bayangkan bisa saya lakukan, pasti saya bisa lakukan. Dan saya melakukannya dengan konsisten dan penuh keberanian. 10. Ekspresi wajah saya saat ini menggambarkan rasa yakin dan percaya diri. Sekarang saya mengalami masa-masa paling menyenangkan dalam hidup saya. Dan momen ini menginspirasi saya untuk lebih percaya diri dan memiliki harga diri. Saya berbicara pada diri saya dan orang-orang di sekitar saya dengan keyakinan. Saya sekarang mengontrol seluruh diri saya. Perkataan saya, pikiran saya, dan perasaan saya, semuanya ada dalam kendali saya. Rasa percaya dalam diri saya ini bukan hanya menginsiprasi saya sendiri, namun juga menginspirasi setiap orang yang saya temui. Simpan koleksi kata-kata mutiara dan kalimat motivasi di atas. Anda pilih kata-kata yang anda rasa paling sesuai kebutuhan anda. Saran saya, sebaiknya anda baca rutin kata kata motivasi pilihan anda tersebut. Bisa di waktu pagi hari selepas bangun tidur, siang hari saat beristirahat, sore hari selepas mandi, atau malam hari sebelum tidur.

Tips mengatasi Ketika anak berbohong

Anda sudah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi agar si kecil tidak berbohong. Tapi kali ini Anda curiga ia berbohong. Anda betul-betul penasaran dan berusaha membuatnya mengaku. Tapi semakin Anda berusaha, ia justru semakin teguh mempertahankan kebohongannya. Nah, jangan-jangan itu bukan karena ia pembohong, tapi cara Anda merespon yang kurang tepat. Anda bisa menyimak contoh berikut. Temannya punya anak anjing yang sangat lucu. Si kecil tahu-tahu bilang, “Aku juga punya anak anjing lucu banget di rumah.” Padahal, ia sama sekali tak punya binatang peliharaan. Si kecil melakukan ini mungkin karena betul-betul ingin anak anjing juga, sehingga ia berfantasi dan lupa realita sebenarnya, atau ia ingin dianggap hebat oleh temannya. Jangan katakan, “Sayang, kamu kan nggak punya anak anjing?” Tapi katakan saja, “Sepertinya kamu betul-betul ingin anak anjing seperti punya Diana, ya? Coba cerita deh, anak anjing seperti apa yang kamu inginkan?” Jangan terlalu lama meneruskan pembicaraan tentang anak anjing, usahakan ganti topik segera. Si kecil minta ijin untuk menggambar di buku gambarnya, namun kemudian Anda menemukan beberapa coretan baru di dinding. Begitu ketahuan, ia langsung menceritakan betapa nakal adiknya – yang saat itu sedang tidur nyenyak. Besar kemungkinan sebetulnya ia cemburu dengan adiknya. Daripada langsung berteriak, “Kamu si tukang bohong! Bilang saja kamu yang melakukan!” lebih baik katakan saja apa mau Anda, “Tidak ada yang boleh mencoret dinding, kalau ada yang mau mencoret, kamu bisa tolong Mama untuk mengingatkan dia.” Ia mendapat nilai ulangan jelek. Alih-alih mengaku, ia malah menyembunyikan kertasnya di tas dan baru Anda ketahui ketika mengecek apakah buku pelajaran besok sudah dibawa semua. Sepertinya ia takut dimarahi dan dihukum oleh Anda. Kalau Anda biarkan kebohongan ini terjadi terus, ia tidak akan belajar menerima dan mengatasi keadaannya. Jadi daripada langsung memarahi, “Kamu sengaja ya menyembunyikan nilai jelekmu, ketahuan tau! Makanya, belajar yang bener!” lebih baik Anda berikan penerimaan dan beritahu jalan keluarnya, “Sayang, Mama menemukan hasil ulangan kamu. Sepertinya kamu kesulitan ya mengerjakan ulangan ini. Kamu mau mama bantu belajar?” Ketika ketahuan bohong lagi, jangan langsung katakan, “Tuh kan, apa Mama bilang, kamu sukanya bohong, kan.” Justru Anda perlu menunjukkan ia bisa bicara jujur, “Sayang, kamu ingat nggak, ketika kamu …. Saat itu kamu jujur, dan Mama bangga sekali sama kamu.” Jika Anda tidak yakin apakah anak berbohong atau tidak, jangan langsung menuduhnya, “Kamu lagi bohong ya? Coba bilang yang jujur.” Katakan saja dengan sabar, “Mama agak bingung dengan ceritamu. Coba duduk sebelah Mama, Mama ingin dengar lagi bagaimana kejadiannya.” Jika dia konsisten, kemungkinan dia tidak bohong. Menurut Marilyn LaCourt, terapis keluarga, memergoki anak berbohong bukanlah cara yang paling efektif untuk menghentikan mereka dari kebohongan. Elizabeth Pantley, penulis buku Perfect Parenting and Kid Cooperation menambahkan, mengajar anak bicara jujur memang butuh banyak waktu dan kesabaran. Jadi, kalau besok atau minggu depan atau bulan depan Anda menemui situasi ini lagi, yah, begitulah anak-anak. sumber : http://www.parenting.co.id/article/usia.sekolah/ketika.anak.berbohong/001/004/130